{"id":461,"date":"2025-10-20T09:32:49","date_gmt":"2025-10-20T02:32:49","guid":{"rendered":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/?page_id=461"},"modified":"2025-10-20T09:32:49","modified_gmt":"2025-10-20T02:32:49","slug":"sejarah-singkat","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/?page_id=461","title":{"rendered":"Sejarah Singkat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Direktorat Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas Universitas Indonesia Mandiri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cikal bakal Direktorat Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas (RIK) Universitas Indonesia Mandiri (UIM) berawal dari keberadaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada masa ketika universitas ini masih bernama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kawula Indonesia (STIAKIN) yang berlokasi di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada masa tersebut, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah menjadi bagian integral dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang berfungsi mengoordinasikan, memantau, dan menilai berbagai kegiatan riset serta pengabdian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring perkembangan kelembagaan, STIAKIN mengalami transformasi menjadi universitas dan secara resmi berganti nama menjadi Universitas Indonesia Mandiri (UIM) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 287\/E\/O\/2021 tanggal 25 Juni 2021. Transformasi ini menjadi tonggak penting bagi penguatan sistem kelembagaan dan perluasan mandat akademik universitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam perjalanannya, LPPM sempat mengalami pemisahan kelembagaan menjadi dua unit, yaitu Lembaga Penelitian (Lemlit) dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), dengan tujuan memperkuat fokus masing-masing bidang. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan integrasi antara riset, inovasi, kewirausahaan, dan penjaminan mutu akademik, maka kedua lembaga tersebut dilebur dan direstrukturisasi menjadi satu entitas baru yang lebih komprehensif, yaitu Direktorat Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas (RIK).<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah strategis berikutnya diambil pada akhir tahun 2023, ketika manajemen universitas memutuskan untuk melakukan relokasi kampus dari Kota Bekasi ke Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sebagai upaya memperluas jangkauan pendidikan tinggi dan memperkuat kontribusi universitas terhadap pengembangan wilayah. Pemindahan ini secara resmi disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 987\/E\/O\/2023 tanggal 29 Desember 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak saat itu, Direktorat Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas hadir sebagai unsur pelaksana akademik yang berperan strategis dalam penguatan riset, pengembangan inovasi, hilirisasi hasil penelitian, inkubasi bisnis berbasis teknologi, serta sistem penjaminan mutu di lingkungan Universitas Indonesia Mandiri. Direktorat ini berkomitmen untuk membangun budaya riset yang produktif, kewirausahaan akademik yang mandiri, dan tata kelola mutu yang berkelanjutan, guna mendukung visi Universitas Indonesia Mandiri sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktorat Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas Universitas Indonesia Mandiri Cikal bakal Direktorat Riset, Inkubasi Bisnis, dan Kualitas (RIK) Universitas Indonesia Mandiri (UIM) berawal dari keberadaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada masa ketika universitas ini masih bernama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kawula Indonesia (STIAKIN) yang berlokasi di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-461","page","type-page","status-publish","hentry"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=461"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":462,"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/461\/revisions\/462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rik.uimandiri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}